KPU Sosialisasi Rumah Pintar Pemilu ke PD Muhammadiyah dan PCNU Sukoharjo

KPUSKH-Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Sukoharjo sebagai  konsep pendidikan pemilih terus digaungkan keberadaannya. Upaya untuk membumikan dan mengkampanyekan keberadaan RPP terus dilakukan dengan berbagai sasaran. Salah satunya sosialisasi kepada  organisasi massa besar di Sukoharjo yakni Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)  dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo. Keduanya merupakan organisasi massa islam yang mempunyai banyak anggota masyarakat sehingga sangat tepat jika KPU menyasar kedua Lembaga tersebut.

 

Sosialisasi terpisah  bertempat di kantor PDM Muhammadiyah dan kantor PCNU berlangsung dengan suasana santai.

Suci, anggota KPU sebelum memberikan informasi tentang RPP terlebih dahulu menyampaikan apresiasi  kepada warga Muhammadiyah lewat pengurus PDM, atas partisipasinya dalam Pemilu 2019. Secara umum gelaran Pemilu baik secara nasional maupun local Sukoharjo telah berjalan dengan aman, lancar, damai tanpa banyak hambatan berarti. Bahkan tingkat partisipasi pemilih Sukoharjo melampaui target nasional yakni diangka 82,25%.

“Kami menyampaikan banyak terimakasih kepada warga Muhammadiyah khususnya PDM karena partisipasinya dalam Pemilu 2019 dengan tingkat partisipasinya melampaui target nasional 82,25%,” Ucap Suci.  Secara nasional target partisipasi 77,5% dan Sukoharjo melampaui angka tersebut.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang keberadaan RPP sebagai ruang berdiskusi bersama masyarakat tentang demokrasi  khususnya kepemiluan di Indonesia.

RPP disediakan sebagai wadah untuk berdiskusi tentang demokrasi, kepemiluan baika kontek nasional maupun local. Di RPP warga bisa mengetahui sejarah kepemiluan, peserta pemilu dari setiap pemilu nasional maupun Pilkada, pemenang pemilu bahkan disedikana juga audio visual kepemiluan untuk menambah wawasan warga.

Selain  diskusi tentang RPP, beberapa pengurus PDM sempat mempertanyakan tentang  tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 salah satunya mengenai persyaratan calon perseorangan.

 

 

Saat sosialisasi pada PCNU, KPU Sukoharjo memperoleh masukan terkait dengan pengembangan RPP agar lebih banyak diakses masyarakat.

“Budaya literasi warga kita akui masih terbatas, acapkali kurang berminat untuk kunjungan semacamnya. Barangkali bisa dipertimbangkan untuk mengundang ke RPP atau KPU  yang mengunjungi masyarakat untuk memberikan informasi. Pertemuan-pertemuan warga bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi,” tutur Khomsun Nur Arif, ketua PCNU Sukoharjo.

 

Ia mengapresiasi keberadaan RPP sebagai rumah demokrasi dan memahami lebih banyak tentang demokrasi di Indonesia, sehingga ia berharap warga memanfaatkan keberadaan RPP.

Kita harapkan jika warga ingin tahu tentang pemilu bisa datang ke KPU, karena di situ ada wadah untuk menjawab keingintahuan tersebut,pungkasnya, dikantor PCNU , Senin (21/10). (SH)

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.