Nguri-Uri Budaya Jawi Sambil Belajar Demokrasi

KPUSKH-Sekitar 40 anak dari berbagai usia berlenggak-lenggok menari dengan luwes. Tangannya yang terlatih bergerak seiring dengan kakinya mengikuti irama gending yang di putar memenuhi aula SMP 3 Sukoharjo, beberapa waktu lalu (30/11).

Mereka adalah anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Tari Santi Budaya  Sukoharjo. Sanggar yang pesertanya dari berbagai usia ini sudah lama berdiri tepatnya sejak 8 Agustus 1992, oleh Danung Susanti bersama beberapa temannya dari Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surakarta Jurusan Tari.  

Diantara 40an anak, terlihat salah satu sosok yang asing karena baru siang itu tergabung ikut menari Bersama. Meskipun terlihat masih kaku tetapi gerakan tangan, kaki dan badannya terus saja berusaha mengikuti arahan pelatih. Dia adalah komisioner KPU Sukoharjo, Suci Handayani. Siang itu ia bersama tim memberikan pendidikan demokrasi sekaligus  sosialisasi keberadaan Rumah Pintar Pemilu (RPP).

Pada saat istirahat menari, Suci mengajak anak-anak duduk melingkar dan memancing mereka bercerita tentang kegiatan di sekolah dan di rumah. Dari anak TK, SD bahkan yang SMA bergantian menceritakan kebiasaan di rumah dan di sekolah.

“Kalau mau liburan bapak ibu tanya dulu saya pingin ke mana,” tutur Sari salah satu peserta dari TK. Ia mengaku diberikan pilihan dan kebebasana untuk menentukan tujuan liburan.

Sementara itu, Keisya, salah satu murid SD dengan lancar menceritakan proses pemilihan ketua kelas di sekolahnya. Dari proses pencalonan dan pemilihan dengan menuliskan pilihan di kertas yang dibagikan kepada setiap anak.

Mereka juga bercerita tentang persahabatan dengan teman yang tidak seagama tanpa membedakan dan tetap rukun-rukun.

Sekelumit cerita yang  mengalir dari anak-anak sanggar tari Santi Budaya tersebut mengambarkan kehidupan demokrasi sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tidak mempermasalahkan perbedaan agama, menghargai teman, menjalankan keputusan bersama, memilih ketua kelas secara musyawarah mufakat, diberikan kesempatan memilih tempat liburan.

Menghargai pendapat orang lain , saling menyanyangi, menghormati perbedaan adalah hal penting dalam demokrasi, silahkan teman-teman untuk dilanjutkan dan dikuatkan dalam keseharian, tutur Suci Handayani .

Suci juga memberikan informasi keberadaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai rumah demokrasi yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat berdiskusi masyarakat diantaranya pelajar. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan RPP sebagai alternative kunjungan atau outing class bagi pelajar.

Ia juga mengapresiasi kegiatan sanggar yang awalnya  terfokus pada seni tari saja, tetapi dengan berjalannya waktu mengalami perkembangan dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan seni yang lain seperti  seni karawitan dan musik, seni peran, kethoprak, teater serta pelatihan olah vokal, tembang Jawa dan menyanyi. (SH)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.