Partisipasi Masyarakat Meningkat Tajam, Kerja  KPU Sukoharjo Diacungi Jempol

KPUSKH-Fokus perhatian masyarakat lebih ke pemilihan presiden dibanding dengan pemilihan legislatif. Yang pada akhirnya pemilih kurang menelusuri rekam jejak caleg, program parpol dan caleg, tutur Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajad dalam Evaluasi Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Pemilu 2019 Kabupaten  Sukoharjo, di Hotel  Tosan Solobaru (21/11).

Lebih lanjut mantan komisioner KPU Sukoharjo 2 periode tersebut juga menyoroti beratnya penyelenggara Pemilu 2019 baik secara administrative , tehnis , psikologis maupun  masifnya berita hoax. Secara admistrasi KPPS harus mengisi  berlembar-lembar formulir dalam waktu yang tidak begitu lama dari jam 13 sampai diperpanjang jam 12 siang hari berikutnya. “Ya, kita akui ini melelahkan dan secara psikologis menjadi tekanan tersendiri.”

Kendati begitu, secara umum Pemilu berjalan dengan lancar, damai, aman tanpa banyak kendala. Bahkan jika dilihat dari angka partisipasi masyarakat melebihi target nasional yang 77,5%, tambah Drajad.

 

Budi Yudhoyono, LSM Bina Bakat menyoroti  keberadaan Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Meskipun belum semua TPS aksesibel untuk disabilitas, tetapi kami memberikan apresiasi atas kemajuan KPU dengan pendataan pemilih difabel. Ke depannya kami berharap TPS dengan data  pemilih disabilitas bisa difasilitasi TPS yang mudah diakses,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu peserta, Edy menyampaikan masukan agar ada perbaikan dalam sosialisasi perekrutan KPPS. “Setahu saya ada KPPS yang anggota parpol, lha bagaimana ini bisa terjadi? Saya berharap itu tidak terjadi lagi.

KPU selalu berharap ada laporan dari masyarakat jika memang ada KPPS yang anggota Parpol. Tetapi mestinya tidak terjadi karena saat pendaftaran menandatangani surat pernyataan bukan anggota parpol yang ada konsekwensi hukumnya. “Atau bisa jadi yang bersangkutan hanya  diklaim anggota Parpol karena ini banyak terjadi,” ujar Drajad menanggapi.

Komisioner KPU Sukoharjo, Suci Handayani menyampaikan tantangan dalam sosialisasi dan Pendidikan pemilih terutama memberikan informasi sistim pemilu serentak yang baru pertamakali di Indonesia. “Respon masyarakat bagus dan antusias saat kami ke pasar tradisional, CFD atau pertemuan lainnya. Mereka antusias dan penasaran saat melihat specimen surat suara,” paparnya.

Meskipun  terdapat sejumlah tantangan dalam sosialisasi  tetapi secara umum tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 naik signifikan dari pemilihan sebelumnya. Angka partisipasi 82,25% tertinggi sepanjang sejarah pemilihan di Sukoharjo, ujarnya lagi.

Dari sisi sosialisasi  dan Pendidikan pemilih, peserta memberikan apresiasi atas kerja KPU Sukoharjo hingga gelaran Pemilu 2019 berjalan dengan lancar, aman, damai bahkan partisipasi meningkat sampai 82,25% menorehkan sejarah  angka partisipasi tertinggi pada Pemilihan di kabupaten Sukoharjo.

KPU Sukoharjo melakukan evaluasi Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Pemilu 2019 yang dihadiri  OPD, OMS, Relawan Demokrasi, pengurus OSIS SMA, organisasi perempuan, dan elemen lainnya(SH)

 

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.