Songsong Debat Publik Putaran Kedua, Masyarakat Sampaikan Pertanyaan

KPUSKH- Sekitar 80% KPU Sukoharjo sudah melakukan persiapan debat terbuka/debat publik putaran kedua. Debat yang mengambil tema Peningkatan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat  rencananya akan di gelar, Sabtu 21/11/20 . Seperti pada debat putaran pertama, debat kali kedua ini akan mengupas secara mendalam   visi misi dan program kerja kedua paslon. Secara umum   meliputi meningkatkan kesejahteraan, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pembangunan daerah dengan provinsi dan nasional, dan memperkokoh NKRI serta strategi dalam penanggulangan penyebaran covid-19.

Salah satu upaya mendapatkan masukan masyarakat sebagai materi debat publik, KPU mengundang sejumlah tokoh masyarakat diundang, baik dari tokoh agama, masyarakat, sosial, budaya, ekonomi, pengrajin, UMKM, kelompok tani, buruh, disabilitas, dalam Focus Group Disscusion(FGD) , Senin(16/11/20)di Hotel Brother Solo Baru.

KPU juga menghadirkan tim panelis  yang memfasilitasi langsung FGD tersebut

“Ada dua tim penyusun materi debat  yang hadir yaitu Dr  Rutiana Dwi Wahyunengseh  dari UNS dan KH Dian Nafi' dari ulama pimpinan pondok pesantren.” Tutur anggota KPU divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Suci Handayani.

Untuk debat kedua ini ada 3 tim penyusun materi , beda dengan debat pertama 4 orang, lanjutnya.

"Guna mematangkan materi yang dipersiapkan tim, kami  meminta masukan dari tokoh masyarakat yang mumpuni di bidangnya untuk mengkayakan materi debat dengan tema peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya lagi.

Beberapa hal yang menjadi masukan peserta FGD  yakni partisipasi inklusif, modalitas sosial yang semakin perlu dibangkitkan kreativitas, keberlanjutan dan kearifan lokal.

Edi dari komunitas disabilitas Sehati menyoroti tentang akses pelayanan terhadap E-KTP yang belum merata terutama untuk komunitas disabilitas dan kemudahan akses bagi disabilitas.

Selain  aksesibilitas layanan publik apalagi dampak Covid-19  terdapat  gagasan baru bidang kesejahteraan, misal pertanian milenial,   kecamatan ada pusat olah raga dan budaya, panti rehabilitasi narkoba, peningkatan literasi usaha era digital, ada proteksi bahan baku produk lokal.

Selain itu, ada peningkatan perlindungan sosial selama program pusat harus ada program daerah, pendidikan karakter untuk proteksi generasi muda dari resiko modernisasi, penguatan khas Sukoharjo misal jamu.

Pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menjadi poin yang penting untuk masyarakat Kabupaten Sukoharjo  menjadi topik yang diangkat peserta.(SH)

 

 

 

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.