Buku Pandemi Tak Halangi Partisipasi , Gambaran Penyelenggaraan Pilkada Sukoharjo 2020

KPUSKH-Beberapa waktu lalu KPU Sukoharjo menerbitkan buku Pandemi Tak Halangi Partisipasi Potret Pilkada Sukoharjo 2020. Buku ini mengupas pengalaman penyelenggaraan Pemilihan Bupati /Wakil Bupati Sukoharjo tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19.

Penyelenggaraan pilkada di masa pandemi Covid-19 ini memiliki tantangan baik dari sisi teknis maupun kualitas penyelenggaraan. Tantangan  teknis penyelenggaraan pilkada di masa pandemi  berkorelasi erat dengan tatacara penyelenggaraan dalam semua tahapan menyesuaikan protokol kesehatan. Pun dengan pendanaan pilkada, penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pilkada secara pasti meningkatkan biaya penyelenggaraan pilkada. Konsekwensinya KPU Sukoharjo harus mampu menyesuaikannya, salah satunya untuk kegiatan sosialisasi.  Dari sisi tantangan kualitas pelaksanaan pilkada di era pandemi di antaranya mengenai partisipasi masyarakat dalam pilkada 2020 ini. Persoalan partisipasi pemilih dalam pilkada di tengah pandemi merupakan tantangan serius bagi penyelenggara pemilu. Tantangan untuk mencapai target partisipasi nasional 77, 5% di tengah pandemi tentu saja tidaklah mudah, karena semua tahapan Pilkada harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 salah satunya  dalam melakukan sosialisasi. Sosialisasi sebagai upaya menyampaikan pendidikan politik kepada masyarakat menjadi tantangan yakni bagaimana mendorong kesadaran masyarakat mengunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab - memilih secara rasional.  Selain itu tentu saja mendorong   pemilih datang ke  TPS dengan menyakinkan bahwa TPS aman  dengan penerapan protokol kesahatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satu catatan positif Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo tahun 2020 adalah tingkat partisipasi  pemilih meningkat  dari pemilihan sebelumnya bahkan dalam 3 kali pemilihan sejak tahun 2005 hingga tahun 2015. Tentu hal ini cukup mencegangkan apalagi pemilihan di gelar saat pandemi Covid-19. 12 kecamatan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan bahkan  ada kecamatan  yang  partisipasi pemilihnya melonjak tinggi dibandingkan pada pemilihan sebelumnya.  Penulis  mencoba memotret  faktor yang mendorong partisipasi pemilih dalam pemilihan tahun 2020 sekaligus tak lupa mengupas tantangan menyelenggarakan pemilihan di tengah pandemi

Tantangan lainnya yang dikupas dalam buku setebal 238 halaman ini  membentuk badan adhock  terutama Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Ketertiban Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masa pandemi COVID-19.

Buku yang diluncurkan bulan Maret 2021 ini ditulis oleh anggota KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Suci Handayani dengan kata pengantar anggota KPU RI Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi , ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat dan Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda.

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kepemiluan dan tata kelola pemilu di Indonesia serta menjadi referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan gambaran pelaksanaan Pilkada Sukoharjo tahun 2020 di tengah pandemi. (SH)

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.