KPU Kabupaten Sukoharjo melaksanakan study banding  ke KPU Karanganyar dalam rangka Pemutakhiran DPB

KPUSKH- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Perdatin) lakukan kunjungan kerja (belajar) tentang Sistem Informsi Data Pemilih  Berkelanjutan (SIDATAN) ke KPU Kabupaten Karanganyar, 4 Juni 2021. 

Cecep Choirul Sholeh, Divisi Perdatin didampingi Budi Nurrohman (Plt Kasubbag Perdatin), Wahyu (Operator Sidalih) dan Rony (staf Perdatin), menjelaskan maksud dan tujuan belajar SIDATAN, ke KPU Karanganyar yakni menindaklanjuti Surat KPU RI Nomor 132/FL.02-SD/01/KPU/II/2021 dan Nomor 366/PL.02-SD/01/KPU/IV/2021, Perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan, bahwa KPU Kabupaten/Kota dapat membuat aplikasi mobile pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang terhubung dengan Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) di KPU RI.   Atas dasar itu, KPU Kabupaten Sukoharjo menganggap penting untuk belajar Aplikasi Mobile kepada KPU Kabupaten Karanganyar yang sudah lebih dahulu membuatnya.   

Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Triastuti Suryandari, didampingi Komisioner KPU Karanganyar Devid Wahyuningtyas, Muhammad Maksum, Suharjanto dan Kustiyono menjelaskan, bahwa KPU Karanganyar menggunakan SIDATAN sebagai media untuk menampung tanggapan dan masukan masyarakat terkait perubahan data kependudukan secara daring. Semisal ada penduduk yang baru berusia 17 tahun dapat mengisi formulir di laman resmi SIDATAN yaitu bit.ly/sidatan dengan menggunakan gawai masing-masing.

Kustiyono, Anggota KPU Karanganyar Divisi Perencanaan Data dan Informasi mengatakan beberapa hal terkait inspirasi dari pembuatan aplikasi ini. “Kita membuat terobosan karena terinspirasi dari aplikasi KPU RI seperti lindungihakpilihmu dan ceknik,” ungkap Kustiyono. Aplikasi ini memiliki keunggulan yaitu masyarakat, utamanya warga yang ber KTP Karanganyar dapat mengetahui apakah sudah terdaftar sebagai Pemilih atau belum. Lalu dapat dibuka langsung melalui laman resmi SIDATAN tanpa perlu install aplikasi. Dikarenakan aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis website.

Triastuti menambahkan bahwa database SIDATAN merupakan DPTHP-3 Pemilu Tahun 2019 ditambah Pemilih Baru. “Pada intinya tidak ada data yang kita hilangkan. Untuk Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) seperti meninggal atau Pemilih Baru, kita memberikan keterangan pada data tersebut,” jelas Triastuti. (CCS).

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.