Pendidikan Politik Penting Dilakukan Partai Politik

KPUSKH- Bincang-bincang tentang pemilihan dan demokrasi yang di kemas dalam acara Jagongan Demokrasi KPU Sukoharjo-Wargo Sukoharjo dengan  tema Peran partai politik dalam pendidikan politik masyarakat digelar hari ini, Selasa (25/5/21) jam 10.00 WIB.

Pendidikan politik menjadi hal penting yang dilakukan partai politik, hal itu terlihat dari perolehan kursi yang signifikan yang telah diperoleh PDIP dari pemilihan legislative baik tahun 2019, 2014 dan 2019 lalu, urai Wawan Pribadi, ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 -2024.

“Bentuk pendidikan politik itu beragam seperti melalui lembaga sekolah, organisasi, partai politik dan stakeholders,” tambah politikus yang juga bendahara DPC PDIP Sukoharjo.

Selain itu juga memanfaatkan media massa, juga bisa dilakukan secara langsung misalnya oleh KPU sebagai penyelenggara pemilihan, partai politik, lembaga masyarakt Karang Taruna, PKK dll, tambahnya lagi.

Jika dilihat dari dampak pendidikan politik ini bisa dilihat dari kepercayaan pemilih kepada parpol dilihat dari tingkat partisipasi pemilih, ujarnya.

Wawan juga menyampaikan tentang strategi sosialisasi meningkatkan partisipasi  yakni dengan sosialisasi merata dan intensif, menyediakan buku panduan, pemberitaan yang positif melalui media massa juga mneyediakan papan informasi/politik di arena public, mall dll.

Jagongan demokrasi merupakan program KPU Sukoharjo dalam memberikan pendidikan pemilih yakni proses penyampaian informasi kepada Pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran Pemilih tentang demokrasi dan Pemilu. Pendidikan pemilih yang dilakukan secara terus menerus sehingga diharapkan pemahaman demokrasi pemilih akan mengalami peningkatan positif.  Pendidikan pemilih merupakan elemen penting dalam demokrasi. Pemilih yang rasional menjadi ukuran kualitas demokrasi di suatu Negara. Indikasinya pemilih dalam menentukan pilihan politik tidak lagi berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek seperti uang, kekuasaan dan kompensasi politik yang bersifat individual. Justru pilihan politik diberikan kepada partai politik atau kandidat yang memiliki kompetensi dan integritas untuk mengelola pemerintahan. Sebab tujuan akhir dari demokrasi adalah kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Untuk menuntun masyarakat menjadi pemilih yang sukarela, mandiri, rasional dan cerdas maka mereka perlu diberi pengetahuan dan ditumbuhkan kesadaran politiknya. Di sinilah pentingnya penyelenggaraan pendidikan pemilih.(SH)

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.