Pesan Untuk Calon Pemilih Pemula : Memilih Itu Keren

KPUSKH-Pendidikan pemilih yang dikemas  dalam Jagongan Demokrasi edisi 7  mengambil tema Upaya Mendorong Partisipasi Pemilih Pemula dalam Pemilu dan Pemilihan 2024  Melalui Pendidikan, dengan narasumber  Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMA 1 Mojolaban Sukoharjo sekaligus guru PPKN , Ahmad Farhan , S.Pd.

 Pemilih pemula adalah mereka yang memasuki usia memilih dan yang akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali dalam pemilu/pemilukada. Rata-rata kelompok pemilih ini adalah mereka yang sedang menempuh pendidikan tinggi dan pekerja muda, atau dengan kata lain lulusan SMA. Pemilih pemula menjadi sasaran strategis  sosialisasi karena berbagai alasan.

Pertama, jumlah pemilih pemula dalam setiap Pemilu cukup besar.

Kedua, mereka adalah warga Negara Indonesia (WNI) yang baru pertama kalinya memberikan suara dalam Pemilu sehingga perlu diberi arahan yang baik agar memiliki pemahaman yang baik pula terhadap demokrasi.

Ketiga, mereka adalah calon pemimpin masa depan sehingga dengan menggali dan mengetahui padangan mereka tentang demokrasi, kita dapat memberikan apa yang mereka butuhkan sebagai bekal di masa depan.

Hari ini, Selasa (31/08/21) tim Jagongan Demokrasi menyambangi  SMA 1 Mojolaban, dengan dipandu host anggota KPU Sukoharjo Suci Handayani.

Pendidikan politik bagi siswa penting untuk dilakukan sehingga mereka bisa berdemokrasi dengan baik. Tidak hanya teori yang disampaikan kepada siswa tetapi siswa diajak praktik langsung salah satunya saat melakukan pemilihan ketua Osis dan pemilihan pemimpin dewan ambalan penegak.

“Pemilihan ketua osis dilakukan  secara demokratis  dan diselenggarakan  di hari khusus, dengan proses seperti pemilu yakni kandidat mendaftar, mencalonkan diri,  menyampaikan visi misi  dan proses pemilihan secara langsung,” ujar Farhan.

Diakhir perbincangan guru yang juga pembina pramuka ini menyampaikan pesan kepada remaja sekaligus calon pemilih pemula,” Memilih itu keren. Hendaknya kalian mengunakan hak pilih agar menjadi masyarakat  yang partisipan yakni masyarakat yang  memang tahu politik dan mengikuti pemilu. Ketika kita mengunakan hak pilih insyaallah akan mendapatkan pemilih yang amanah.” (SH)

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.